Berdasarkan laporan media-media ternama Spanyol seperti Marca, AS, dan Sport, Josep “Pep” Guardiola telah memutuskan tak memperpanjang kontraknya selaku el entrenador Barcelona, yang bakal habis akhir musim ini.
Pelatih berusia 41 tahun itu tetap teguh dengan keputusannya kendati
telah berusaha dibujuk untuk bertahan oleh presiden Sandro Rosell dan
direktur olahraga Andoni Zubizaretta.
Arsene Wenger: Bertahanlah, Pep Guardiola!
"Saya berpikir, filosofi Barcelona pasti
jauh lebih besar dai sekadar menang atau gagal di kejuaraan, dan
Guardiola adalah perwakilan dari filosofi tersebut dan yang membuat
filosofi itu berjaya."ujar Wenger."Saya akan lebih senang, meski tahun ini
mengecewakan, dia tetap bertahan dan bangkit dan menegaskan hal itu
dengan filosofinya di klub. Hal itu pasti jauh lebih menarik," paparnya
Pep Guardiola Hengkang, Alan Pardew Salahkan Media
Peran media dinilai cukup besar untuk 'memaksa' Pep Guardiola meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Barcelona.Hal
itu diungkapkan Alan Pardew, manajer Newcastle United, setelah
mendengar kabar bakal hengkangnya Guardiola dalam waktu dekat. "Saya tak merasa dia pergi karena sudah tak cinta lagi dengan pemain atau permainan mereka."
Roberto Di Matteo: Pep Guardiola Sudah Tentukan Masa Depannya Sendiri
"Guardiola adalah orang yang fantastis,
meraih sukses yang luar biasa, tapi dia sudah membuat keputusan besar
untuk dirinya sendiri dan karirnya," papar manajer interim Chelsea. Di
Matteo juga menambahkan bahwa alasan Guardiola mundur bisa jadi karena
banyaknya tekanan yang didapatnya selama menangani Barcelona.
Pep Guardiola Berterima Kasih Pada Para Pemain Barcelona
“Saya ingin berterima kasih kepada para
pemain yang bertanggung jawab atas segala yang telah saya miliki di
sini, sebuah keistimewaan dapat melatih mereka. Saya melakukan segala
hal dengan penuh gairah, tapi saya ingin berterima kasih kepada para
pemain. Hari demi hari, selama bertahun-tahun, mereka membuat segalanya
mungkin,” kata Guardiola.
Lionel Messi: Terima Kasih, Pep Guardiola!
"Saya ingin berterima kasih kepada Pep dengan
segenap hati saya atas semua yang sudah diberikannya dalm karir
profesional dan personal saya," tulis Messi. "Karena kondisi
emosional, saya merasa saya siap untuk tidak mengikuti jumpa jurnalis
Pep. Saya ingin menjauh dari media karena saya tahu mereka akan mencari
pemain yang menderita dan hal itu yang saya tak ingin tunjukkan kepada
dunia," tandasnya.
Gerard Pique: Terima Kasih, Pep Guardiola!
Meski musim ini gagal membawa Barca mempertahankan titel Liga Champions,
namun Pique menilai Pep merupakan sosok pelatih yang akan selalu ada
dalam kenangan para punggawa Azulgrana.
“Empat tahun penuh dengan kemenangan, kenangan-kenangan indah dan yang
terpenting semua ilmu yang diberikannya dalam sepakbola,” pungkas Pique
yang diboyong pulang ke Barca dari Manchester United, tepat di awal
kepemimpinan Guardiola pada 2008 lalu.
Cesc Fabregas:Pep adalah pahlawan sejak kecil
Fabregas tergolong ‘telat’ pulang ke Camp Nou. Diboyong dari Arsenal
pada awal musim ini, gelandang elegan Spanyol hanya satu musim merasakan
sentuhan Guardiola.“Meski saya hanya bersamanya selama satu tahun, saya merasa lebih dari
itu. Bagi saya, Pep adalah pahlawan sejak kecil,” tulis Fabregas di akun
twitternya
DATA & STATISTIK: Pep Guardiola Pelatih Tersukses Dalam Sejarah Barcelona
Guardiola memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Johan Cruyff dengan 11 tropi juara. Jika dibandingkan deng an Cruyff, apa yang
sudah dilakukan Guardiola terbilang luar biasa. Cruyff sendiri meraih 11
gelar juara dalam jangka waktu delapan musim.
Untuk tropi individu, Guardiola juga meraih 19 penghargaan, termasuk penghargaan pelatih terbaik FIFA di tahun 2011.Total Guardiola sudah memimpin Barcelona di 242 pertandingan dengan persentase kemenangan mencapai 72,31%.
Jumlah rata-rata gol yang disarangkan pemain
Barcelona saat Guardiola menangani tim juga relatif tinggi, rata-rata
mencapai 2,55 per laga dan hanya kemasukan 0,73 gol per pertandingan.Total, 618 gol dilesakkan pemain Barcelona kala Guardiola berkuasa dan kemasukan 178 gol.
Koleksi Trofi Guardiola di Barcelona
Barcelona B
Tercera División: 2007–08
Barcelona
La Liga: 2008/09, 2009/10, 2010/11
Copa del Rey: 2008–09
Piala Super Spanyol: 2009, 2010, 2011
Liga Champions: 2008/09, 2010/11
Piala Super Eropa: 2009, 2011
Piala Dunia Antarklub: 2009, 2011
Individu
Pelatih Terbaik versi IFFHS: 2009, 2011
Penghargaan Don Balon: 2009, 2010, 2011
Penghargaan Onze d'Or untuk: 2009, 2011
Tropi Miguel Muñoz: 2008/09, 2009/10
Pelatih Terbaik versi majalah World Soccer: 2009, 2011
Pelatih Terbaik versi UEFA: 2008/09, 2010/11
Pelatih Terbaik La Liga: 2009, 2010, 2011
Pelatih Terbaik Catalan: 2009
Pelatih terbaik FIFA: 2011
Penghargaan spesial:
Medali emas Royal Order of Sporting Merit: 2010
Welcome Tito Vilanova : Barcelona Tunjuk Tito Vilanova Gantikan Pep Guardiola
Barcelona mengonfirmasikan bahwa mereka telah
menunjuk Tito Vilanova sebagai penerus posisi Pep Guardiola sebagai
arsitek tim mulai musim depan.Vilanova, yang pernah mengecap pendidikan di
akademi La Masia namun gagal menembus tim senior Blaugrana, sudah
menjadi tangan kanan Pep sejak ia menukangi Barcelona B pada 2007/08.
THANK YOU PEP GUARDIOLA FOR BARCELONA
Source : http://www.goal.com/id-ID/ and http://bola.okezone.com/
Barcelona mengalahkan Real Madrid di babak kedua untuk menghentikan ambisi rival mereka menjadi kampiun keenam kalinya berturut-turut. Di Final, Barcelona bertemu dengan Benfica di Bern, Swiss. Sandor Kocsis membawa Barcelona unggul lebih dulu pada menit kee-20. Tapi Jose Aguas menyamakan kedudukan sepuluh menit kemudian. Kiper veteran Antoni Ramallets, sosok kunci Barcelona meraih enam titel La Liga antara 1948 dan 1960, justru melakukan gol bunuh diri dua menit berselang. Mario Coluna memperbesar keunggulan Benfica di menit ke-55. Di laga ini, Barcelona mendapat tiga peluang yang menerpa mistar gawang. Gol Zoltan Czibor di menit ke-75 hanya memperkecil kekalahan. Barca pun harus menunggu 25 tahun untuk berlaga di final berikutnya.
Piala Champions 1986 Runner-up
Setelah asben selama 11 tahun, juara Spanyol ini kembali hadir di Piala Champions, dan menyingkirkan Juventus dalam perjalanan menuju final untuk menghadapi Steaua Bukharest di Sevilla. Laga perempat-final menjadi satu-satunya pertandingan yang dilalui Barcelona tanpa adu penalti atau keuntungan gol tandang. Tanpa diperkuat Bernd Schuster dan Steve Archibald yang cedera, Barcelona bermain imbang tanpa gol hingga perpanjangan waktu. Kiper Steaua Helmuth Duckadam tampil cemerlang dengan mematahkan empat tendangan penalti Barcelona yang dieksekusi Jose Ramon Alexanko, Angel Pedraza, Pichi Alonso dan Marcos Alonso Pena, sekaligus membawa timnya meraih trofi.
Piala Champions 1992 BARCELONA 1-0 SAMPDORIA Juara
Barcelona akhirnya merasakan gelar juara kompetisi elit antarklub Eropa dengan mengalahkan Sampdoria 1-0 di final. Tiga tahun sebelumnya, Barcelona juga mengalahkan lawan yang sama ketika merengkuh trofi Piala Winners untuk kali ketiga. Kendati demikian, Barcelona tidak mudah mendapatkan trofi Piala Champions ini. The Dream Team besutan Johan Cruyff yang terdiri dari Michael Laudrup, Hristo Stoichkov, Ronald Koeman dan pelatih Barca saat ini, Pep Guardiola, harus menunggu hingga perpanjangan waktu. Tendangan bebas Koeman dari jarak 25 meter pada menit ke-111 memastikan Barcelona mengangkat trofi di Stadion Wembley.
Liga Champions 1994 Runner-up
Tahun 1994 merupakan tahun kedua Piala Champions berubah nama menjadi Liga Champions. Barcelona lolos dari fase grup setelah melewati ancaman Dynamo Kiev, dan mencatat hasil tak terkalahkan, termasuk menundukkan Monaco, sebelum akhirnya mengandaskan FC Porto di semi-final. Barcelona berhadapan dengan AC Milan di final dengan status favorit. Dengan diperkuat sebagian besar pasukan tahun 1992, dan ditambah striker asal Brasil Romario, Barcelona justru dibuat tidak berdaya di hadapan Milan yang kehilangan Marco van Basten, Franco Baresi, Alessandro Costacurta, Brian Laudrup dan Jean-Pierre Papin akibat cedera dan sanksi akumulasi. Barcelona pun gagal menjadi juara setelah dilibas 4-0.
Liga Champions 2006 BARCELONA 2-1 ARSENAL Juara
Di edisi tahun 2006, Barcelona bisa dibilang tim multinasional, karena diperkuat pemain seperti Ronaldinho, Samuel Eto’o dan Deco. Juara La Liga itu berhadapan dengan Arsenal yang untuk kali pertama merasakan final. Walau Arsenal harus bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu merah yang diterima Jens Lehmann, The Gunners sudah unggul 1-0 di menit ke-37. Pelatih Frank Rijkaard pun memasukkan Henrik Larsson di menit ke-61. Masuknya Larsson memberikan dampak besar bagi Barcelona. Striker asal Swedia itu mengawali proses gol Eto'o untuk menyamakan kedudukan di menit ke-76. Lima menit kemudian, Larsson memberikan assist kepada bek Juliano Belletti untuk memberikan Barcelona gol kemenangan.
Liga Champions 2009 BARCELONA 2-0 MANCHESTER UNITED Juara
Manchester United sedang berusaha mendapatkan trofi Liga Champions setelah merasakan final 19 tahun sebelumnya. Namun di partai puncak, United menghadapi Barcelona asuhan Guardiola yang memiliki trio 'artis' di lapangan tengah, Xavi Hernandez, Andres Iniesta and Sergio Busquets. Samuel Eto'o membawa Barcelona unggul pada menit kesepuluh.Walau diperkuat Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney dan Carlos Tevez, United mengalami kesulitan untuk bangkit. Sejumlah peluang diperoleh Barcelona, sebelum akhirnya Lionel Messi memastikan gol kemenangan setelah menanduk umpan silang yang diberikan Xavi.
Liga Champions 2011 BARCELONA 3-1 MANCHESTER UNITED
Juara
Tekad kuat Manchester United untuk melampiaskan dendam mereka terhadap barcelona dua tahun lalu sirna sudah. Pasukan Sir Alex Ferguson kembali mengecap kekalahan dari armada Pep Guardiola 3-1 di partai puncak Liga Champions yang dihelat di Wembley Stadium, Minggu (29/5) dinihari WIB, yang sekaligus juga memastikan Los Blaugrana mengukir gelar Eropa musim 2010/2011.Ini merupakan trofi Champions yang keempat bagi Barca. Menyamai catatan rekor Bayern Muenchen dan Ajax Amsterdam.Kemenangan ini juga menjadi yang kedua bagi Lionel Messi cs di tanah Wembley sejak tahun 1992 saat kompetisi masih bernama Piala Eropa dan venue masih old Wembley, The Twin Towers.Barcelona memulai langkah dengan gemilang. Pada menit ke-27, Pedro menjebol gawang Edwin van der Sar. Umpan tembusan Xavi diterima dengan baik oleh sang striker. Dengan dinginnya, Pedro menaklukkan kiper veteran asal Belanda itu.Keunggulan raksasa Spanyol tidak bertahan lama, memasuki menit 33, Wayne Rooney menghidupkan publik Wembley. Kerja samanya dengan Ryan Giggs berujung gol dengan bomber Inggris itu mengirim lesakkan terukur ke gawang Victor Valdes.Skor 1-1 ini tidak berganti sampai kedua tim masuk ruang ganti.Barca yang tercatat tampil dominan di final ini kembali melanjutkan kecemerlangan mereka di paruh kedua. Enam menit sebelum satu jam pertandingan berlangsung, Lionel Messi membalikkan keadaan. Tendangannya dari luar kotak penalti tak kuasa diredam van der Sar. Gol sang mega bintang Argentina ini pun menyamai rekor gol terbanyak Champions milik Rud Van Nistelrooy yang mampu mengemas 12 gol dalam semusim.Keunggulan ini rupanya tidak membuat Barca berpuas diri karena David Villa kian menambah penderitaan Red Devils. Pada menit ke-68, tendangan penyerang andalan Spanyol itu menjurus indah melewati hadangan van der Sar. 3-1 Barca kian menjauh.Di sisa waktu yang ada, Barca dengan gaya khasnya tetap mempertahankan penguasaan bola dengan sebaik mungkin. Meski demikian, di enam menit jelang bubaran, Nani sempat membuat kans.Berkolaborasi dengan Rooney, ia melepas tembakan kaki kiri. Sayangnya, bola bergulir di samping gawang Valdes. Itu merupakan peluang terakhir di laga ini sampai wasit pun meniupkan pluit panjang. Barcelona pun juara Liga Champions 2010/2011.