Wednesday, August 31, 2011

Penyakit Jantung

          Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung.
 
          Penyakit-penyakit dapat mempengaruhi bagian mana pun dari jantung. Tetapi, penyakit yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Karena itu, sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis.        
         
          Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.
        
          Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal.
Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbungan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung.
         
          Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi.
          Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir. Misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

Gejala Sakit Jantung 

          Gejala-gejala yang dirasakan jika mengalami penyakit jantung koroner antara lain rasa sakit atau nyeri di dada di mana kebanyakan orang menyangka itu hanya sebagai gangguan pencernaan. Lalu gejala lain yaitu merasa tertekan di tengah dada selama 30 detik sampai 5 menit. Hal lainnya adalah keringat dingin, berdebar-debar, pusing, dan merasa mau pingsan. Gejala ini tidak selalu dirasakan penderitanya. Tanda peringatan lain adalah napas tersengal-sengal pada saat berolahraga.
         
          Selama beberapa bulan sebelum serangan jantung biasanya penderita penyakit jantung sering merasa sangat lelah. Jangan menganggap gejala ini disebabkan oleh kurang tidur dan stress akibat pekerjaan.
        Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, yang disebut angina, memberikan peringatan kepada setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya, mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner.
       
          Biasanya beberapa hari menjelang mengalami serangan jantung hebat, seseorang akan mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba di dada yang merupakan serangan kecil atau serangan jantung ringan. Serangan jantung ringan umum terjadi sebelum serangan besar beberapa hari kemudian.


Tips Mencegah Penyakit Jantung

Agar terhindar dari penyakit jantung koroner, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:
  • Pola makan sehat

    Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang.

    Sebisa mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega atau makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng.

    Selain menghindari makanan berlemak, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohirat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat.

    Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan, karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih besar terkena penyakit ini.
  • Berhenti merokok

    Mengisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.
  • Hindari Stres

    Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota besar seperti Jakarta yang dikenal karena kemacetan dan kesibukannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor atau di rumah.
  • Hipertensi

    Problem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.
  • Obesitas

    Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.
  • Olahraga secara teratur

    Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.
  • Konsumsi antioksidan

    Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran.
  • Keturunan

    Seorang yang orang tua atau saudara kandungnya pernah mengalami serangan jantung sebelum usia 60 memiliki risiko lebih besar menderita penyakit ini. Karena itu, jika Anda memiliki kerabat yang pernah mengalami serangan jantung, sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam menjaga agar pola makan dan gaya hidup Anda dapat menunjang jantung sehat.

    Sumber : http://kumpulan.info
by Facebook Comment

Friday, July 8, 2011

10 PEMIMPIN NEGARA TERLAMA DI DUNIA___!!!!

               Kita pasti sangat penasaran siapa-siapa saja yang pernah memimpin sebuah negara dengan masa kepemimpinan paling lama_kepemimpinan disini dapat dipimpin oleh sebuah raja/ratu maupun presiden yaitu :

1. Pemimpin Kerajaan Thailand, Bhumibol Adulyadej (Masa kekuasaan : 64 tahun )
    Periode kekuasaan : 9 Juni 1946 s.d sekarang

Rama IX, nama bangsawan Raja Bhumibol, yang sebenarnya lahir di Massachusetts, Amerika Serikat, masih tercatat sebagai pemimpin negara paling lama berkuasa di dunia. Meski lama memimpin, Raja Bhumibol sangat populer, dicintai rakyatnya, dan masih memiliki pengaruah kuat dalam peta politik di negaranya.

2. Pemimpin Kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth II (Masa kekuasaan : 59 tahun)
    Periode kekuasaan : 6 Februari 1952 s.d sekarang
Masa kekuasaannya telah menemui perubahan dunia bidang sosial, politik, teknologi, dst. Mulai dari era Perang Dingin, perdana menteri legendaris Margareth Thatcher, hingga kematian Putri Diana. Ratu Elizabeth merupakan pemegang ketiga tahta Kerajaan Inggris, yang memiliki kekuasaan politik secara de jure dan sangat populer di mata rakyatnya maupun dunia.
 
3. Pemimpin Kerajaan Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah (Masa kekuasaan : 43 tahun)
    Periode kekuasaan : 5 Oktober 1967 s.d sekarang
Sultan Bolkiah bukan hanya raja, tapi juga kepala negara dengan otoritas penuh. Sekalipun ada senat di negara kaya ini, namun kekuasan politik berada di tangannya. Raja satu ini peroleh doctor honoris causabergengsi dari Universitas Oxpord. Dikenal sebagai pecinta mobil mewah, dilaporkan memiliki koleksi mobil mewah seharga lebih dari US$4 milyar!
 
4. Presiden Libya, Kolonel Kaddafi (Masa kekuasaan : 41 tahun)
    Periode kekuasaan : 1 September 1969 s.d sekarang
Setelah melakukan suksesi berdarah kepada presiden Libya terdahulu, Raja Idris I, lebih dari 40 tahun lalu, Kolonel Kadafi langsung menerapkan kebijakan berani yakni politik anti barat. Karenanya, setiap ada tindakan teroris, namanya kerap disangkutpautkan pemimpin Barat. Namun dalam dekade terakhir, sikapnya cenderung melunak, terbukti dengan pengakuannya untuk ikut bertanggung jawab pada kasus pengeboman Lockerbie.

5. Pemimpin Kerajaan Denmark, Ratu Margrethe II (Masa kekuasaan : 39 tahun)
    Periode kekuasaan : 14 Januari 1972 s.d sekarang
Ratu Margrethe adalah ratu kedua dalam Kerajaan Denmark, yang memiliki kekuasan politik terbatas seperti Ratu Elizabeth. Yang menarik adalah keahliannya dalam melukis dan menerjemahkan bahasa, sekaligus dikenal sebagai ratu yang hobi merokok!
 
6. Pemimpin Kerajaan Swedia, Raja Carl XVI Gustaf (Masa kekuasaan : 37 tahun)
    Periode kekuasaan : 15 September 1973 s.d sekarang
Raja Carl menjadi pemimpin setelah kematian kakeknya, Raja Gustav VI Adolf. Meski jadi raja, namun perannya sebatas kegiatan seremonial tanpa kekuasan politik berarti. Dia juga dikenal sebagai pemimpin yang kerap mengumumkan penghargaan Nobel di setiap tahunnnya.
 
7. Pemimpin Kerajaan Spanyol, Raja Juan Carlos (Masa kekuasaan : 35 tahun) 
    Periode kekuasaan : 22 November 1975 s.d sekarang
Raja Spanyol satu ini dikenal setelah dia terpilih pemimpin legendaris Spanyol, Jenderal Franco, untuk meneruskan kekuasaan dari ayahnya, The Count of Barcelona. Dia dikenal dunia setelah berhasil mengantarkan transisi pemerintah Spanyol dari sistem diktator ke parlementer pada tahun 1978.
 
8. Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh (Masa kekuasaan : 33 tahun) 
    Periode kekuasaan: 18 Juli 1978 s.d sekarang
Setelah menjadi Presiden Yaman Utara hampir 12 tahun lamanya, Ali Abdullah menjadi Presiden Republik Yaman yang dipilih dalam pemilu tahun 1999. Meski pernah mengklaim tidak akan mau jadi presiden lagi pada 2002 lalu, namun akhirnya dia berubah pikiran sehingga tetap jadi presiden sampai sekarang.
 
9. Presiden New Guinea, Teodoro Obiang Mbasogo (Masa kekuasaan : 32 tahun)
    Periode kekuasaan: 3 Agustus 1979 s.d sekarang
Presiden Obiang banyak dikenal atas tindak pelanggaran hak asasi dan tindak korupsi serius. Karenanya, komisi HAM PBB telah mem-black list dirinya.
 
10. Presiden Indonesia, Suharto (Masa kekuasaan : 32 tahun)
      Periode kekuasaan: 27 Maret 1968 s.d 21 Mei 1998
Selama masa pemerintahannya, dia dikenal memiliki kepemimpinan yang tegas dan diikuti jajarannya. Namun demikian, praktek KKN yang melibatkan keluarganya, kental terjadi hingga kekuasan rakyat menumbangkan pada tahun 1998 lalu.
 
  






by Facebook Comment